Rabu, 06 April 2011

MALAM PERTAMA

Etika Malam Pertama
Ketika pertama kali pengantin pria menemui istrinya, dianjurkan
melakukan perkara berikut:
Pertama: bercumbu rayu dengan penuh kelembutan. Misalnya dengan
memberinya minum atau yang lainnya.
Berdasarkan hadits Asma binti
Yazid , ia berkata: `Saya merias `Aisyah untuk Rasulullah. Setelah
itu saya datangi dan saya panggil beliau supaya menghadiahkan sesuatu
kepada `Aisyah.
Beliaupun datang lalu duduk di sisi `Aisyah. Kala itu
beliau disodori segelas susu. Setelah beliau minum gelas itu, beliau
sodorkan kepada `Aisyah.
Tetapi `Aisyah menundukkan kepalanya dan
malu.
Asma' binti Yazid berkata: `Ambillah gelas itu dari tangan
RasuluLlah'. `Aisyah pun meraih gelas itu dan meminumnya sedikit.
(HR. Ahmad VI/438,453,458 )
Kedua: Pengantin pria hendaknya meletakkan tangannya pada ubun-ubun
mempelai wanita seraya mendoakannya. RasuluLlah bersabda: "Apabila
salah seorang dari kamu menikahi seorang wanita atau membeli seorang
budak, maka peganglah ubun-ubunnya, lalu bacalah basmallah serta
do'akanlah dengan doa barokah sembari mengucapkan:
`Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan wanita ini dan
kebaikan yang Engkau berikan kepadanya. Dan aku memohon perlindungan
kepada-Mu dari keburukan wanita ini dan keburukan yang Engkau
tetapkan untuknya."
(HR. Bukhari, Abu Dawud 2160).
Ketiga: hendaknya ia melaksanakan sholat dua rakaat bersama mempelai
wanita. Syaikh Al-Albany berkata: "Hal itu telah ada sandarannya dari
kaum salaf. Diantaranya hadits Abu Sa'id maula (bekas budak) Abu
Usaid, ia berkata: "Saya menikah ketika saya masih seorang budak.
Kala itu saya mengundang beberapa orang sahabat Nabi, di antaranya
Ibnu Mas'ud, Abu Dzar dan Hudzaifah.
Abu Said melanjutkan: `Lalu
tibalah waktu sholat, Abu Dzar bergegas maju untuk mengimami sholat.
Tetapi mereka berkata:'Kamulah yang berhak'. Ia berkata: Apakah
demikian? `Benar!' jawab mereka. Akupun maju mengimami mereka sholat,
ketika itu saya masih seorang budak.
Selanjutnya mereka mengajari
saya: `Jika istrimu nanti datang menemuimu, hendaklah kalian berdua
sholat dua rakaat. Kemudian mintalah kepada Allah kebaikan istrimu
dan mintalah perlindungan kepada-Nya dari keburukannya.
Selanjutnya
terserah kalian berdua."
(HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf I/50 &
XII/43)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar